Friday, May 31, 2013

Mengapa Allah s.w.t memerlukan malaikat?



Sebahagian anti-islam memperlekehkan kekuasaan Allah s.w.t. Mereka beranggapan Allah bergantung kepada malaikat ketika menguruskan alam semesta

Selaku muslim, kita wajib beriman kepada malaikat-malaikat ciptaan Allah s.w.t. Malaikat ini pelbagai fungsinya diberi izin oleh Allah untuk melakukannya 

Antara malaikat yang terkenal ialah jibril ‘alaihisalam, pembawa wahyu kepada para nabi.Allah tidak memerlukan malaikat untuk membantunya kerana ia maha berkuasa atas segala sesuatu. Bahkan wahyu sendiri kekadang diberikan secara terus kepada para nabi dengan tanpa perantaan malaikat. Sebagai contoh, Musa a.s mempunyai keupayaan berkata-kata langsung dengan Allah s.w.t

Hikmah penciptaan malaikat yang boleh difikirkan ialah tugasan yang diberikan kepada mereka menunjukkan Allah sangat berkuasa hingga mampu mencipta makhluk  yang 100% taat padanya.

Al-Quran menyebutkan dalam surah at-Tahrim 66:6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (6)
Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.


Jika tidak diberikan tugasan, mana mungkin kita mengetahui yang malaikat ini taat kepada Allah 100%?

Maka tugasan yang diberikan dan ketaatan para malaikat merupakan bukti kekuasaan Allah s.w.t bukannya bukti kelemahan Allah s.w.t !!

Tidak seperti kita, bukan semua ciptaan kita  mampu taat 100% taat kepada kita.

Contohnya, jika kita mencipta pistol, dan apabila pistol itu jatuh ke tangan orang lain, kita tak mampu untuk mengarahkan pistol itu untuk tidak menembak kita

Bahkan banyak kes dimana ‘senjata makan tuan’. Kes ini tidak berlaku kepada Allah s.w.t

Hebatnya Allah, Dia menciptakan makhluk yang taat 100% padanya (malaikat), makhluk yang diberi pilihan seperti kita, dan juga makhluk yang mengingkarinya 100%( iblis).

Kepelbagaian ini menunjukkan Allah begitu hebat sehingga ia mencipta apa yang dikehendakinya dengan tanpa mencacatkan sifat ketuhanannya







Sunday, April 28, 2013

Para sahabah nabi dan ahlul bait adalah rujukan umat Islam





 ‘Kami ikut orang maksum”

“Rujukan kami ahlul bait semata-mata”

“Ikutilah hadith tsaqalain”

Slogan-slogan di atas selalu dilaungkan syiah imamiyah apabila berdepan dengan sunni. Hadith Tsaqalain dimanipulasikan seolah-olah ikutan syiah imamiyah hanya keturunan Rasulullah sallahu a’laihi wassalam yang kononnya disucikan

Benarkah demikian? InsyaAllah, dalam artikel ini akan dibahaskan dengan ilmiah

Sunday, March 31, 2013

Mengungkap kesalahfahaman kristian terhadap John 10:30





Apabila disoal kepada kristian, apakah ayat yang paling jelas menurut Bible, Isa a.s menanggap dirinya sebagai Tuhan??Seperti biasa, mereka akan menggunakan John 10:30 untuk menstabitkan ketuhanan Isa a.s

Dalam artikel yang ringkas ini, hujah mereka akan dijawab dengan kritis insyaAllah

Analisis John 10:30

Untuk memahami konteks John 10:30, kita perlu lihat kepada ayat-ayat sebelumnya

23and Jesus was in the temple courts walking in Solomon’s Colonnade. 24The Jews who were there gathered around him, saying, “How long will you keep us in suspense? If you are the Messiah, tell us plainly.”25Jesus answered, “I did tell you, but you do not believe. The works I do in my Father’s name testify about me, 26but you do not believe because you are not my sheep. 27My sheep listen to my voice; I know them, and they follow me. 28I give them eternal life, and they shall never perish; no one will snatch them out of my hand. 29My Father, who has given them to me, is greater than all ; no one can snatch them out of my Father’s hand. 30I and the Father are one.

23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.30 Aku dan Bapa adalah satu."

Rujukan:  Gospel of John, Chapter 10:23-30,New International Version

Golongan kristian berhujah dengan frasa terakhir, “I and the Father are one” yang bermaksud “aku dan Bapa adalah satu”. Jadi kesatuan yang mereka maksudkan ialah Isa a.s dan Tuhan Ayah adalah sama-sama Tuhan

Penghujahan ini terbatal dengan menganalisa teliti konteks ayat tersebut

Hujah 1: Rima pada ayat terakhir John 10:28-30

Ketika kita membaca dari ayat 28 hingga 30, rima terakhir pada ayat-ayat tersebut adalah sama. Rima ini menunjukkan kesatuan fungsi bukannya entiti

Ayat 28:  ‘no one will snatch them out of my hand ( seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku)
 Ayat 29: no one can snatch them out of my Father’s hand  (dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa)

Jelas kesatuan disini merujuk kepada tiada siapa yang boleh meng ambil pengikut Isa a.s dari beliau dan dari Tuhan sendiri..Bukannya bermaksud Isa a.s dan Tuhan adalah sama.

Sebagai contoh, seorang guru berikan kenyataan-kenyataan berikut
A:‘Tiada siapa yang dapat memukul anak murid saya melainkankan saya’
B: Tiada siapa yang dapat memukul anak murid saya melainkan penjaga mereka’
C:Saya dan penjaga mereka adalah satu 

Secara logik, kita tahu kesatuan disini adalah dari sudut fungsi bukannya bermaksud guru dan penjaga adalah satu entiti

Hujah 2: Isa a.s menafikan dirinya sama dengan Tuhan

Isa a.s sendiri menyebutkan dalam ayat 29, ‘My Father, who has given them to me, is greater than all (Ayahku, yang berikan mereka kepadaku, lebih hebat dari semua). Jika Isa a.s dan Tuhan adalah satu, kenapa Isa a. sendiri menyebutkan Tuhan lebih hebat dari semua??

Bahkan dalam ayat yang lain, Isa a.s menyebutkan jelas Tuhan lebih hebat darinya

 for the Father is greater than I (Tuhan lebih besar dari aku)

Rujukan: Gospel of Matthew, Chapter 14:28

Hujah 3: Isa a.s berdoa supaya dia bersatu dengan Tuhan

Dalam ayat yang lain, Isa a.s sendiri menyebutkan kesatuan dengan pengikutnya dan Tuhan ketika berdoa

My prayer is not for them alone. I pray also for those who will believe in me through their message, that all of them may be ONE, Father, just as you are in me and I am in you. May they also be in us so that the world may believe that you have sent me.

(Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka:supaya mereka semua menjadi SATU, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku)

Rujukan: Gospel of John, Chapter 17:21-22, New International Version

Jika kita kristian gunakan logik yang sama, sudah pasti kita ada 14 Tuhan disini dengan mengambil kira, Isa a.s, Tuhan dan juga 12 pengikutnya
 
Kesimpulan

John 10:30 tidak menjadi hujah yang jelas menyatakan ketuhanan Isa a.s.  Konteks ayat ini tidak membantu penghujahan kristian. InsyaAllah, dalam artikel yang lain. Akan dijawab pula ayat-ayat yang lain.  Bidasan kepada ayat ini bukanlah bermaksud kitab bible diiktiraf secara total tapi sekadar menjawab penghujahan kristian yang gemarkan ayat ini



Wednesday, February 27, 2013

Wanita dipanggil syaitan?


Apakah benar dakwaan anti-Islam mengatakan Islam memanggil wanita sebagai syaitan?? Apa konteksnya dan apa penjelasannya?

Anti-Islam berhujah dengan riwayat berikut

عَنْ جَابِر أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى امْرَأَةً فَأَتَى امْرَأَتَهُ زَيْنَبَ وَهِيَ تَمْعَسُ مَنِيئَةً لَهَا فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى أَصْحَابِهِ فَقَالَ إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفْسِهِ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا حَرْبُ بْنُ أَبِي الْعَالِيَةِ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى امْرَأَةً فَذَكَرَ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ فَأَتَى امْرَأَتَهُ زَيْنَبَ وَهِيَ تَمْعَسُ مَنِيئَةً وَلَمْ يَذْكُرْ تُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ

Terjemahan: Dari Jabir bahwasanya; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat seorang wanita, lalu beliau mendatangi isterinya, yaitu Zainab yang sedang menyamak kulit, guna melepaskan rasa rindunya. Sesudah itu, beliau pergi menemui para sahabatnya, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya wanita itu datang dalam rupa syaitan dan pergi dalam rupa syaitan.. Maka bila kamu melihat seorang wanita, datangilah isterimu, karena yang demikian itu dapat mententeramkan gelojak hatimu." Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad bin Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Harb bin Abu 'Aliyah telah menceritakan kepada kami Abu Zubair dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat seorang wanita. Maka ia pun menyebutkan hadits yang semisalnya. Hanya saja ia menyebutkan; "Lalu beliau segera mendatangi isterinya, yaitu Zainab yang sedang menyamak kulit." Dan ia tidak menyebutkan; "Pergi seperti syaitan."

Rujukan: Sahih Muslim, Kitab Nikah, Bab :Orang yang tertarik saat melihat wanita lain hendaklah ia kembali dan mendatangi isterinya, No. Hadist : 2491

Berdasarkan riwayat ini, anti-Islam mengatakan Rasulullah sallahu ‘alaihi wassalam memanggil wanita sebagai syaitan sekaligus merendahkan wanita.

InsyaAllah, dalam artikel ini, akan dijawab penghujahan mereka

Thursday, January 31, 2013

Ali r.a tidak menganggap dirinya sebagai khalifah yang dilantik di ghadir khum






Peristiwa ghadir khum menjadi hujah utama syiah menetapkan perlantikan Rasulullah sallahu a’alaihi wassalam kepada Ali r.a

Pelbagai web sunni telah menjawab isu ini. Dalam tulisan ringkas ini, sekadar ingin menambah satu riwayat yang berlaku selepas ghadir khum